Teruntuk Senja


Ada sesal yang berkelabat.
Tawa bahagiaku disambut senja.
Tak kuhiraukan teriakan sunyinya,
yang mengganggu mimpi panjangku.
Kini tangisnya membuncah,
tapi tak terdengar.
memenuhi langit dalam diam senyumnya.
sakit yang dirasanya tak terlihat,
 bahkan meski dia meringis.    
dan senja masih membiarkan tawa ku,
ditelan gelapnya malam.
padahal tangis bundaku meraaung.

Teruntuk senja.
Sesal ku yang tak henti
mengapa tak kau biarkan aku mendengar tangisnya.
Haruskah kemarin kulihat senyumnya?
Padahal hari ini bahkan dia tak bisa menarik kedua sudut bibirnya.

Teruntuk senja
Tak kusalahkan hidupku pada waktu
Hanya kucaci maki kebodohanku,
pada pusara yang masih basah
Ku kutuk tawa ku pada kebisuan malam

Teruntuk senja
Bila tak kulihat tangisnya,
biar kurasa sakitnya,
bukankah dia pergi untukku?
jika demikian biar ku temani dengan tangisku.

Komentar

Postingan Populer