Andai Mama Tidak Menikah dengan Papa :')

Baru-baru ini ada film Indonesia yang baru saja rilis. Belum pernah nonton sih, hanya merhatiin beberapa potongannya di sosial media. Cerita tentang keluarga yang umum, sialnya relate sekali dengan keadaan keluarga kami. Setiap malam rasanya tidak pernah tidur tenang dan nyenyak tanpa memikirkan apakah mama baik-baik saja saat jauh dari kami. By the way, aku dan kakak merantau mencari penghidupan yang lebih baik. Mama yang lahir dari keluarga yang berantakan itu ditakdirkan menikah dengan manusia yang sama hancurnya juga tidak kalah berantakan. Mereka menikah dan melebur bersama luka-luka disekujur tubuh dan jiwanya. Bahkan rasanya waktu akan sulit menyembuhkan dalamnya luka tersebut. 

Seringkali kami berandai - andai, kalau saja mama tidak menikah dengan papa mungkin saja kami akan merasakan manisnya berangkat sekolah diantar papa, kalau saja mama tidak menikah dengan papa mungkin saja tidak akan ada bekas - bekas luka pelampiasan amarah mereka disekujur tubuh kami, kalau saja mereka tidak menikah mungkin saja kami tidak akan pernah menyaksikan betapa menyedihkan seorang mama tiap kali pukulan demi pukulan mendarat ditubuhnya yang selalu tersenyum meski lebam - lebam itu menambah gemuruh di dada kami, kalau saja mereka tidak menikah mungkin luka dihati kami tidak sedalam ini ketika melihat papa bersama wanitanya yang lain, kalau saja mereka tidak menikah mungkin kami tidak akan kebingungan saat atap rumah bocor, saat perut harus diikat kain bekas agar laparnya tidak terasa atau agar adik-adik bisa makan meski satu suap. Kalau saja mereka tidak menikah mungkin saja kakak tidak akan beralih peran jadi ibu dan aku tidak akan beralih peran jadi ayah untuk kedua adik kami. Kalau saja mereka tidak menikah mungkin saja tetangga ujung jalan itu tidak menamparku yang sedang menggendong adik karena dikira akan meminta - minta bersama pakain compang camping kami. 


Mama dan ketergantungannya pada kami, hari - hari penuh kekhawatiran apalagi yang akan terjadi esok hari, dan langkah kami yang selalu terseok seok juga banyak harap serta andai yang memang tidak mungkin seringkali menghantui. Banyak penolakan hadir dalam kehidupan kami yang tidak kunjung habis. Katanya tidak pantas dia tidak juga orang lain membuat sebuah keluarga kecil bersama kami yang berantakan dan hilang arah. Rasanya sesak hingga sulit bernapas :')




Komentar

Postingan Populer